Header Ads

Ad Home

Loading...

Inilah Cara Ampuh Menangkal Bahaya Penyakit DBD

Perubahan musim yang tidak menentu adalah salah satu yang menjadi penyebab menurunnya daya tahan tubuh. Pada kondisi ini bagi yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, akan mudah sekali jatuh sakit. Selain mewabahnya penyakit pernapasan, menyebarnya virus akibat gigitan nyamuk penyebab penyakit DBD pun perlu diwaspadai. Menurut Dr. H. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, anggota PAPDI dan Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, selain demam tinggi mendadak, beberapa tanda lain yang bisa dialami orang yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) adalah : terjadinya gangguan pada pencernaan, berupa nyeri di ulu hati, mual hingga muntah, nyeri perut dan susah buang air besar, meski ada pula yang diikuti situasi diare. Di samping itu terkadang ditemui juga keluhan pusing seperti melayang, pegal dan rasa nyeri di otot.

Beberapa hari kemudian, bersama dengan semakin aktifnya virus dengue “menggerogoti” pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah, timbul tanda khas manifestasi perdarahan. Bentuk-bentuk pendarahan spontan dapat berupa perdarahan kecil-kecil di kulit (petechiae), perdarahan agak besar (echimosis), perdarahan gusi, hidung, hingga tak jarang terjadi perdarahan masif (banyak) yang dapat berakhir dengan kematian. Sepertihalnya yang terjadi pada sahabat saya. Seorang aktivis LDK (Lembaga Dakwah Kampus) di sebuah Universitas Negeri ternama di Jakarta, Ia meninggal karena penyakit DBD dalam usia yang masih sangat muda.
inilah cara ampuh menangkal bahaya penyakit dbd

Agar orang bisa terhindar dari situasi demikian, ada cara sederhana tapi ampuh yang bisa dibuktikan Sebagai upaya prefentip/pencegahan. Yaitu dengan “memperbanyak konsumsi bayam”. Selain itu, tentu saja menjaga kesehatan lingkungan, harus diutamakan.Sahabat.. anda ingin tahu kenapa harus mengkonsumsi bayam, agar terhindar dari virus DBD? Berikut penjelasannya:

1. Bayam banyak mengandung Klorofil. 
Karena yang “diserang” adalah darah, cara ampuh untuk menahan serta membantu penyembuhan DBD yaitu dengan “memperkokoh” bagian tersebut. salah satu cara memperkokoh atau memperkuat daya tahan tubuh adalah dengan konsumsi Klorofil. Klorofil yang dalam pengobatan alternatif sering digunakan sebagai penyegar mulut, pewangi kulit, serta penghambat pertumbuhan bakteri. Unsur yang kerap disebut zat hijau daun ini dapat bertindak sebagai “darah hijau”, yang berperan penting dalam proses penyediaan oksigen ke seluruh sel dan jaringan. Situasi tersebut dimungkinkan karena adanya kemiripan struktur, yang membuatnya bisa saling bertukar fungsi, dengan hemoglobin dalam darah manusia –perbedaan antara kedua molekul ini hanya terletak pada atom pusatnya : atom pusat klorofil adalah magnesium (Mg2+), sementara atom pusat hemoglobin adalah besi (Fe2+). 
Percobaan pada tikus, sebagaimana dicatat Bernard Jensen dalam The Healing Power Of Chlorophyll, menunjukkan, binatang tersebut dapat tetap menjaga kelangsungan hidupnya, walaupun hemoglobin sel darah merahnya diganti dengan klorofil.Sirkulasi darah yang bersih dan lancarnya aliran oksigen dalam tubuh merupakan mekanisme pertahanan alami yang paling andal, hingga tahan terhadap berbagai serangan organisme jahat, penyebab rupa-rupa gangguan kesehatan.Bayam terbilang makmur klorofil. Dalam secangkir bayam terkandung 23,7 mg klorofil. Karenanya, sayuran ini bisa diandalkan untuk menangkal, dengan meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus membantu penyembuhan DBD.
2. Bayam banyak mengandung Beta-karoten
Bayam juga memiliki beta-karoten. Kandungannya (mg) dalam setiap 100 gram Selain bermanfaat dalam menjaga kesehatan mata, unsur ini dapat meningkatkan komunikasi antar sel. Hal mana secara otomatis akan mendongkrak daya tahan tubuh.Fakta lainnya, hasil penelitian yang dilakukan Jeane Esvandiary dkk dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mendapatkan, rupanya unsur ini dapat pula memberikan efek analgetik dan antiinflamasi, yang tentunya sangat menguntungkan penderita DBD.
3. Bayam mengandung Glutathione dan ALA
Glutathione sebenarnya merupakan antioksidan yang diproduksi sendiri oleh tubuh. Namun, seiring beranjaknya usia, kemampuan tubuh untuk memproduksinya semakin menurun, mengakibatkan tidak tercukupinya kebutuhan akan unsur ini. Karenanya, meski sedikit, pasokan dari luar tetap penting diperhatikan. Disebut Dean Jones, ahli kimia dari Emory University School of Medicine, glutathioneyang terserap oleh sel dari dalam mulut dan farinx, akan digunakan tubuh untuk mendukung reaksi detoksifikasi, mempertahankan kesehatan hati, mendorong sistem imunitas, membantu penggandaan sel, memperbaiki DNA rusak, mengurangi radang kronis, serta membersihkan polusi dan karsinogen.Upaya yang bisa dilakukan guna mendongkrak kemampuan tubuh memproduksi glutathione adalah dengan mengasupkan alpha-lipoic acid (ALA). ALA akan membantu sel tubuh menyerap beragam asam amino penting yang dibutuhkan untuk terjadinya proses tersebut.Bayam memiliki dua unsur tersebut. Selain memiliki 12,2 glutathione dalam 100 gramnya, dibanding sayuran lain, dicatat James A. Joseph, Ph.D, dan koleganya, bayam merupakan sumber ALA terbaik.
4. Bayam Mengandung Zat besi, Vitamin C dan K. 
Unsur penting lain yang berkaitan dengan darah dan daya tahan tubuh yang juga dimilikinya adalah zat besi (Fe), Vitamin K dan vitamin C. Fe merupakan mikroelemen esensial, terdapat dalam enzim-enzim yang bertanggung jawab untuk pengangkutan elektron (sitokrom), pengaktifan oksigen (oksidase dan oksigenase) dan pengangkutannya (hemoglobin, mioglobin).Vitamin adalah zat yang berguna dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Dengan banyak mengkonsumsi bayam, secara otomatis daya tahan tubuh anda menjadi meningkat dan serangan virus DBD bisa di halau. Silahkan share, agar teman dan keluarga yang anda sayangi dapat terhindar dari bahaya DBD yang bisa saja menyerang secara tiba-tiba. 
(NS : dakwatuna dengan beberapa penyesuaian).

Powered by Blogger.